Selasa, 08 Oktober 2013

Manfaat Musik Untuk Otak Kita

   
 Jika Anda seorang pencinta musik, Anda berada dalam untuk mengobati. Tahukah Anda bahwa Anda bisa memanfaatkan musik untuk membantu meningkatkan kecepatan otak? Musik dapat mengasah otak dan membantu Anda tetap fit. Menjaga otak dalam kondisi yang baik dapat menghambat demensia seperti usia Anda. Anda akan heran untuk mengetahui cara kerjanya.

Berikut adalah tiga cara Anda dapat memanfaatkan musik untuk membantu meningkatkan kecepatan otak:

1. Mempelajari kata-kata musik.
Pilih lagu yang Anda suka tapi tidak tahu kata-kata untuk. Cobalah untuk mendengar setiap kata dan menuliskannya. Mendengarkan lagu sebanyak yang Anda perlu. Kemudian belajar untuk bernyanyi bersama dengan lagu. Setelah Anda mempelajari lagu, beralih ke lagu lain.

Anda perlu fokus saat Anda mencoba untuk mendengar setiap kata dalam sebuah lagu. Anda harus memberi perhatian. Ketika Anda berfokus pada sesuatu, melepaskan bahan kimia di dalam otak. Kimia ini memungkinkan plastisitas dan menghidupkan memori.

Mengulangi latihan ini dapat membantu Anda mendapatkan kebiasaan mendengarkan hati-hati. Yang lebih hati-hati Anda mendengarkan, semakin baik kualitas informasi yang Anda dapat mengambil masuk Dengan kualitas yang lebih baik informasi, Anda akan lebih mampu untuk memahaminya. Anda kemudian dapat bertindak berdasarkan informasi tersebut. Selain itu, Anda dapat mengingat lebih baik.

Ini akan menghasilkan lebih cepat memproses informasi yang Anda dengar. Anda akan mampu bereaksi lebih cepat. Dengan demikian, ia akan meningkatkan kecepatan otak.

2. Belajarlah untuk membedakan instrumen yang berbeda dalam musik.
Apakah Anda pernah mencoba membedah musik ke dalam alat yang Anda dengar? Ini akan mempertajam jalur saraf otak. Mungkin musik klasik yang paling menantang bagi sebagian orang. Cobalah untuk menentukan kapan masing-masing instrumen masuk dan keluar.

Latihan ini membantu Anda membuat perbedaan baik dalam lapangan dan nada suara. Dengan keterampilan ini, Anda dapat meningkatkan kecepatan otak ketika memahami pembicaraan. Ini juga akan membantu Anda mengenali suara-suara keluarga dan teman-teman Anda.

3. Belajar memainkan alat musik.
Memainkan alat musik fantastis adalah latihan untuk otak Anda. Jika Anda sudah memainkan alat musik, belajar musik baru dan kompleks akan membuat Anda tetap gesit. Belajar untuk memainkan instrumen baru akan membantu otak Anda menjadi lebih gesit.

Hanya membayangkan bagaimana hal ini dapat meningkatkan kecepatan otak saat memproses informasi. Banyak aspek yang saling terkait fungsi otak digunakan. Anda akan mengasah kemampuan mendengarkan Anda dengan menentukan jika suara musik sebagaimana mestinya.

Pikirkan tentang catatan tertulis menerjemahkan musik. Apa yang Anda lakukan adalah decoding catatan musik Anda melihat ke dalam gerakan dan suara. Ini adalah cara yang bagus untuk meningkatkan kecepatan dan ketepatan otak. Otak Anda hal ini memberikan latihan yang dibutuhkan. Cara yang sama juru ketik akan perlu berlatih untuk menjadi lebih akurat dan cepat, begitu pula otak Anda.

PENGENALAN ALAT


PENGENALAN ALAT
(Laporan Praktikum Mikrobiologi)













Oleh
AHMAD BADRUS NURDIANSYAH
(E1A210073)
KELOMPOK 3










FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2011
DAFTAR ISI
                                                                                                                    Halaman
DAFTAR ISI   ..........................................................................................                             i
DAFTAR TABLE   ..................................................................................               ii           
PENDAHULUAN   ..................................................................................              1
TINJAUAN PUSTAKA   .........................................................................              2
            Macam-macam alat laboratorium   ...............................................                2
            Pemeliharaan alat laboratorium   ..................................................                3
BAHAN DAN METODE   .......................................................................              4
            Bahan dan Alat   ............................................................................              4
                    Alat   .....................................................................................               4           
Tempat dan Waktu   ..................................................................................               4
            Prosedur Kerja   ............................................................................               4
HASIL  …………………………..............................................................              5
KESIMPULAN   .......................................................................................            15
DAFTAR PUSTAKA   .............................................................................            16







DAFTAR TABEL
Nomor                                                                                                                                       Halaman
1.        Tabel 1. Alat-alat laboratorium katagori  glass dan keramik   ...........                6
2.        Tabel 2. Alat-alat laboratorium katagori elektrik   ............................                9
3.        Tabel 3. Alat-alat laboratorium katagori non-glass   .........................              14

















PENDAHULUAN
Laboratorium (disingkat lab) adalah tempat riset ilmiah, eksperimen, pengukuran ataupun pelatihan ilmiah dilakukan. Laboratorium biasanya dibuat untuk memungkinkan dilakukannya kegiatan-kegiatan tersebut secara terkendali. Laboratorium ilmiah biasanya dibedakan menurut disiplin ilmunya, misalnya laboratorium fisika, laboratorium kimia, laboratorium biokimia, laboratorium komputer, dan laboratorium bahasa (Wikipedia, 2008).
            Dalam setiap laboratorium mempunyai alat-alat laboratorium yang sama dan adapula yang berbeda seperti kebanyakan alat-alat di laboratorium sains tapi sangat berbeda dengan alat-alat yang berada dalam laboratorium bahasa dan komputer. Pada dasarnya setiap alat laboratorium mempunyai nama dan kegunaan tersendiri. Penamaan alat-alat yang berfungsi untuk mengukur suatu luasan, volume dan kecepatan, dll biasanya diakhiri imbuhan “meter” seperti sepedometer, thermometer, lysimeter, dll. Alat-alat pengukur yang disertai dengan informasi tertulis, biasanya diberi imbuhan “graph” seperti themograph, barograph, dll. Dalam penggunaan alat, alat dibedakan dalam 2 jenis sifat, yakni alat yang bersifat umum dan alat yang bersifat khusus. Peralatan yang bersifat umum biasanya digunakan untuk suatu kegiatan reparasi, sedangkan peralatan khusus biasanya digunakan untuk pengukuran (Plummer & Ditry, 1987).
            Tujuan dari praktikum ini untuk megetahui alat-alat yang terdapat dilaboratorium mikrobiologi, cara penggunaannya beserta fungsi dari alat-alat laboratorium tersebut.



TINJAUAN PUSTAKA
Macam-macam Alat Laboratorium dan Pemeliharaannya
            Laboratorium sangat diperlukan dalam penelitian dan penilaian ilmiah dalam suatu bidang khususnya sains. Dalam beberapa laboratorium sains banyak ditemukan alat-alat yang mudah pecah seperti alat-alat yang terbuat yang terbuat dari kaca dan keramik (katagori alat gelas dan keramik), misalnya cawan petri, cawan porselin, pipet ukur, pipet tetes, desilator, tabung reaksi, labu erlenmeyer dan glass beaker. Dalam pemeliharaan alat-alat katagori kaca dan keramik biasa setelah dipakai kemudian di bersihkan menggunakan air dan sabun lalu dikeringkan menggunakan kain busa, dan biasanya setelah kering dibungus rapat menggunakan koran (Erni, 1999).
            Selain alat-alat berkatagori kaca dan keramik, adapula peralatan yang memerlukan perawatan dan pemeliharaan yang rutin dan termasuk dalam katagori alat-alat elektronik seperti mikroskop yang terbagi menjadi dua katagori yakni mikroskop optik (mikroskop biologi dan mikroskop stereo) dan mikroskop elektron. Adapun  pemeliharaan mikroskop agar terjaga kualitasnya, terutama kualitas dari lensa mikroskop, seperti : mikroskop harus disimpan ditempat sejuk, kering, bebas debu, bebas dari uap asam-basa. Tempat penyimpanan yang sesuai adalah kotak mikroskop yang dilengkapi silica gel, yang bersifat higroskopis sehingga lingkungan mikroskop tidak lembab. Bagian mikroskop non-optik dapat dibersihkan dengan kain flanel.


3
Untuk membersihkan debu yang terselip dapat dengan kuas kecil atau kuas lensa kamera, serta alat semprot atau kuas lembut. Bersihkan kotoran, berkas jari,minyak dan lain-lain pada lensa dengan menggunakan kain lensa, tissue atau kain lembut yang dibasahi sedikit alkohol-ether atau isopropil alkohol. Jangan sekali-kali membersihkan lensa dengan saputangan atau kain. Bersihkan badan mikroskop dan lengan dengan kain lembut dengan sedikit deterjen. Sisa minyak imersi pada lensa objektif dapat dibersihkan dengan xilol (xylene). Hati-hati xilol dapat merusak bahan plastik (Crist & Dumber, 1988).
Alat-alat lainnya yang termasuk dalam katagori alat-alat elektronik seperti autoklaf, laminar air flow elektrik, incubator, oven, orbital shaker, dll biasanya dibersihkan menggunkan kemoceng dan kain busa (Crist & Dumber, 1988).
Alat-alat dalam katagori non-glass seperti jarum ose, pinset, gunting, pisau Rubber bulb, pH meter universal,  dan jarum ent , dalam pemeliharaannya hanya dicuci menggunakan sabun dan dikeringkan lalu diletakkan almari kecil khusus alat-alat katagori non-glass (Soetarto, et al., 2008).







BAHAN DAN METODE
Alat
            Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah alat-alat laboratorium katagori elektronik (mikroskop optik, mikroskop elektron, oven, autoklaf, incubator, laminar air flow, dll), alat-alat laboratorium katagori kaca dan keramik (cawan petri, cawan porselin, pipet ukur, pipet tetes, gelas ukur, tabung reaksi, labu erlenmeyer, dll.), alat-alat non-glass (jarum ose, jarum ent, pinset, pH universal, pisau, gunting, dll.)

Tempat dan Waktu
            Praktikum ini dilaksanakan di Laboratorium Fitopatologi Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Pada Senin tanggal 17 Oktober 2011, pukul 14.00 – 16.00 Wita.


Prosedur Kerja
1.      Alat- alat laboratorium diamati bagian-bagiannya.
2.      Foto alat-alat praktikum
3.      Catat bagian-bagianya dan fungsinya.




HASIL
Hasil
Tabel  1. Alat-alat glass dan keramik
No
Nama Alat
Gambar Alat
Bagian dan fungsi alat
01.
Tabung Reaksi


Digunakan dalam pereaksi sampel dan tempat tumbuhnya mikroba.
02.
Beaker Glass



Digunakan sebagai preparasi media atau meletakkan cairan dalam takaran besar








6
Tabel 1. Lanjutan
03.
Bunsen Burner



Berfungsi untuk membakar bahan dan alat dalam skala kecil dan untuk mensterilkan alat-alat yang digunakan untuk isolasi.
04.
Gelas Ukur
  
      

Untuk mengukur  kapasitas cairan dalam skala tertentu.
05.
Labu Erlenmeyer

  

Sebagai tabung reaksi dan menghomogenkan cairan atau bahan-bahan, kultivasi mikroba dalam kultur cair.

7
Tabel 1. Lanjutan.
06.
Cawan Petri



Digunakan sebagai wadah/tempat preparat(sampel.
atau digunakan
sebagai tempat pembiakan mikroorganisme.
07.
Cawan Porselin



Biasanya digunakan sebagai tempat sampel dalam sekala kecil yang akan dipanaskan dalam tanur.
08
Cover glass dan Object glass

b
 
a
 
   

a.    Object glass :
Digunakan untuk meletakkan preparat yang akan diletakkan dibawah mikroskop.
b.    Cover glass : digunakan untuk menutupi object glass padsa saat pengamatan dibawah mikroskop.


8
Tabel 1. Lanjutan
09.
Pipet Ukur dan Pipet Tetes

a
 
b
 
 

Alat yang digunakan dlam memindahkan larutan.
a.       pipet tetes digunakan dalam cairan yang belum diketahui voleumenya.
b.      Pipet ukur digunakan dalam cairan yang sudah diketahui volumenya.
10.
Desilator



Digunakan sebagai pendingin media yang sebelumnya dipanaskan.






9
Tabel 2. Alat-alat laboratorium katagori elektronik (elektrik)
01.
Mikroskop Stereo



Digunakan dalam melihat media yang sangat kecil ukurannya.
Pada mikroskop terdapat bagian-bagian seperti :
1.        Eyepiece : memeperb-esar bayangan yang akan dibentuk lensa objektif.
2.        Revorver : pemutar lensa objektif.
3.        Stage : tempat meletakkan spesimen.
4.        Lensa objektif : memeperb-esar spesimen.
5.        Brightness adjustment knob : pengatur kekuatan lampu.
6.        Diopter adjustment ring : cincin pengatur diopter.
7.        Specimen holder : penjepit specimen.
8.        Illuminator sebagai sumber cahaya.
9.        Vertical feed knob : sekrup pengatur vertikal

Tabel 2. Lanjutan.
 
10




10.  Horizontal feed knob : sekrup pengatur horizontal.
11.  Coarse focus knob : sekrup fokus kasar.
12.  Fine fokus knob : sekrup fokus halus.
02
Oven



Sebagai tempat pemanas sampel dengan suhu yang dapat diatur.
03.
Neraca Analitik

      

Digunakan sebagai pengukur digital massa dari bahan (sampel) dan alat.

11
Tabel 2. Lanjutan
04.
Kulkas

     

Digunakan sebagai tempat pendingin bahan dan alat.
05.
Incubator

  

Sebagai alat inkubasi atau memeram sampel mikroba pada suhu terkontrol.
06.
Lamina Air Flow

 

Sebagai tempat penghalau mikroba (sterilisasi sampel).

12
Tabel 2. Lanjutan
07.
Orbital Shaker



Sebagai alat pemutar cairan yang telah diletakkan dalam labu erlemeyer, agar cairan menjadi homogen. Frekwensi pemutaran orbital shaker  dapat diatur dan dapat digunakan dalam skala banyak.
08.
Vortex



Sebagai alat penghomogen cairan dalam jumlah skala kecil.
11.
Autoklaf

          

Berfungsi sebagai pensteril berbagai macam alat dan bahan dengan cara kerja menggunakan penguapan air bertekanan besar.
13
Tabel 3. Alat-alat non-glass
01.
Pinset



Berfungsi untuk mengambil bahan dan alat dengan cara menjepit, untuk memindahkan dari satu tempat ke tempat lain.
02.
Spatula

      

Berfungsi sebagai pembolak-balik bahan.
03.
Jarum Ose lurus

          

Berfungsi untuk menanam preparat pada wadah (cawan petri).

14
Tabel 3. Lanjutan
04.
Ose bulat

        

Berfungsi untuk menyebar cairan dipermukaan wadah (cawan petri), agar bakteri tersuspensi pada cairan tersebut bisa menyebar secara merata.
05.
Pisau

  

Digunakan untuk memotong bahan
06.
Kompor



Memenaskan bahan atau untuk mensterilkan alat praktikum.

KESIMPULAN
Dari praktikum yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.      Laboratorium mikrobiologi mempunyai berbagai macam alat-alat laboratorium, berdasarkan katagorinya dibagi atas 3 katagori, yaitu : katagori alat-alat glass dan keramik, katagori alat-alat elektrik, dan katagori alat-alat  non-glass.
2.      Katagori alat-alat glas dan keramik seperti Cawan petri, Tabung reaksi, Beaker glass, Bunsen burner, Gelas ukur, Labu erlenmeyer, Cawan porselin dll.
3.      Katagori alat-alat elektrik seperti Mikroskop, Oven, Neraca analitik, Incubator, Lamina air flow, Autoklaf, Orbital shaker, dll.
4.      Katagori alat-alat non-glass seperti jarum ose bulat, jarum ose lurus, pisau, dll.
5.      Pada umumnya laboratorium sains banyak menggunkan peralatan katagori glass dan keramik dan katagori alat-alat elektrik.









DAFTAR PUSTAKA
Crist & Dumber. 1988. Pemeliharaan alat laboratorium elektrik. Institute sains stanfold university. Australia.
Erni. 1999. Pemeliharaan alat-alat laboratorium.  Mikrobiologi Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Plummer & Ditry. 1987. An Introduction to Practical Biochemistry.Tata Mc-Graw Hill Publishing Company LTD, Bombay-New Delhi. Diakses pada tanggal 18 Oktober 2011 pukul 17.56 WITA.
Soetarto, et al,. 2008. Petunjuk Praktikum Mikrobiologi Fakultas Biologi. Mikrobiologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Wikipedia. 2008. Pengertian laboratorium http//.wikipedia/laboratorium.org Diakses pada hari Selasa tanggal 18 Oktober 2011.