PENGENALAN ALAT
(Laporan Praktikum Mikrobiologi)
Oleh
AHMAD BADRUS NURDIANSYAH
(E1A210073)
KELOMPOK 3
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2011
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI .......................................................................................... i
DAFTAR TABLE
.................................................................................. ii
PENDAHULUAN
.................................................................................. 1
TINJAUAN PUSTAKA ......................................................................... 2
Macam-macam alat laboratorium
............................................... 2
Pemeliharaan alat
laboratorium .................................................. 3
BAHAN DAN METODE
....................................................................... 4
Bahan dan Alat ............................................................................ 4
Alat
..................................................................................... 4
Tempat dan Waktu
.................................................................................. 4
Prosedur Kerja
............................................................................ 4
HASIL ………………………….............................................................. 5
KESIMPULAN
....................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. 16
DAFTAR TABEL
Nomor
Halaman
1.
Tabel 1. Alat-alat laboratorium katagori glass dan keramik ........... 6
2.
Tabel 2. Alat-alat laboratorium katagori
elektrik ............................ 9
3.
Tabel 3. Alat-alat laboratorium katagori
non-glass .........................
14
PENDAHULUAN
Laboratorium (disingkat
lab)
adalah tempat riset ilmiah, eksperimen, pengukuran ataupun pelatihan ilmiah dilakukan. Laboratorium
biasanya dibuat untuk memungkinkan dilakukannya kegiatan-kegiatan tersebut
secara terkendali. Laboratorium ilmiah biasanya dibedakan menurut disiplin ilmunya,
misalnya laboratorium fisika, laboratorium kimia, laboratorium biokimia, laboratorium komputer, dan
laboratorium bahasa (Wikipedia, 2008).
Dalam setiap laboratorium
mempunyai alat-alat laboratorium yang sama dan adapula yang berbeda seperti
kebanyakan alat-alat di laboratorium sains tapi sangat berbeda dengan alat-alat
yang berada dalam laboratorium bahasa dan komputer. Pada dasarnya setiap alat
laboratorium mempunyai nama dan kegunaan tersendiri. Penamaan alat-alat yang
berfungsi untuk mengukur suatu luasan, volume dan kecepatan, dll biasanya
diakhiri imbuhan “meter” seperti sepedometer, thermometer, lysimeter, dll.
Alat-alat pengukur yang disertai dengan informasi tertulis, biasanya diberi
imbuhan “graph” seperti themograph, barograph, dll. Dalam penggunaan alat, alat
dibedakan dalam 2 jenis sifat, yakni alat yang bersifat umum dan alat yang
bersifat khusus. Peralatan yang bersifat umum biasanya digunakan untuk suatu
kegiatan reparasi, sedangkan peralatan khusus biasanya digunakan untuk
pengukuran (Plummer & Ditry, 1987).
Tujuan dari praktikum ini
untuk megetahui alat-alat yang terdapat dilaboratorium mikrobiologi, cara
penggunaannya beserta fungsi dari alat-alat laboratorium tersebut.
TINJAUAN PUSTAKA
Macam-macam Alat Laboratorium dan Pemeliharaannya
Laboratorium sangat
diperlukan dalam penelitian dan penilaian ilmiah dalam suatu bidang khususnya
sains. Dalam beberapa laboratorium sains banyak ditemukan alat-alat yang
mudah pecah seperti alat-alat yang terbuat yang terbuat dari kaca dan keramik (katagori
alat gelas dan keramik), misalnya cawan petri, cawan porselin, pipet ukur,
pipet tetes, desilator, tabung reaksi, labu erlenmeyer dan glass beaker. Dalam
pemeliharaan alat-alat katagori kaca dan keramik biasa setelah dipakai kemudian
di bersihkan menggunakan air dan sabun lalu dikeringkan menggunakan kain busa,
dan biasanya setelah kering dibungus rapat menggunakan koran (Erni, 1999).
Selain alat-alat
berkatagori kaca dan keramik, adapula peralatan yang memerlukan perawatan dan
pemeliharaan yang rutin dan termasuk dalam katagori alat-alat elektronik
seperti mikroskop yang terbagi menjadi dua katagori yakni mikroskop optik
(mikroskop biologi dan mikroskop stereo) dan mikroskop elektron. Adapun pemeliharaan mikroskop agar terjaga kualitasnya,
terutama kualitas dari lensa mikroskop, seperti : mikroskop harus disimpan
ditempat sejuk, kering, bebas debu, bebas dari uap asam-basa. Tempat
penyimpanan yang sesuai adalah kotak mikroskop yang dilengkapi silica gel, yang
bersifat higroskopis sehingga lingkungan mikroskop tidak lembab. Bagian
mikroskop non-optik dapat dibersihkan dengan kain flanel.
3
Untuk membersihkan debu yang terselip dapat dengan
kuas kecil atau kuas lensa kamera, serta alat semprot atau kuas lembut. Bersihkan
kotoran, berkas jari,minyak dan lain-lain pada lensa dengan menggunakan kain
lensa, tissue atau kain lembut yang dibasahi sedikit alkohol-ether atau
isopropil alkohol. Jangan sekali-kali membersihkan lensa dengan saputangan atau
kain. Bersihkan badan mikroskop dan lengan dengan kain lembut dengan sedikit
deterjen. Sisa minyak imersi pada lensa objektif dapat dibersihkan dengan xilol
(xylene). Hati-hati xilol dapat merusak bahan plastik (Crist & Dumber,
1988).
Alat-alat
lainnya yang termasuk dalam katagori alat-alat elektronik seperti autoklaf,
laminar air flow elektrik, incubator, oven, orbital shaker, dll biasanya
dibersihkan menggunkan kemoceng dan kain busa (Crist & Dumber, 1988).
Alat-alat
dalam katagori non-glass seperti jarum ose, pinset, gunting, pisau Rubber bulb,
pH meter universal, dan jarum ent ,
dalam pemeliharaannya hanya dicuci menggunakan sabun dan dikeringkan lalu
diletakkan almari kecil khusus alat-alat katagori non-glass (Soetarto, et al.,
2008).
BAHAN DAN METODE
Alat
Alat-alat yang digunakan
dalam praktikum ini adalah alat-alat laboratorium katagori elektronik
(mikroskop optik, mikroskop elektron, oven, autoklaf, incubator, laminar air
flow, dll), alat-alat laboratorium katagori kaca dan keramik (cawan petri,
cawan porselin, pipet ukur, pipet tetes, gelas ukur, tabung reaksi, labu
erlenmeyer, dll.), alat-alat non-glass (jarum ose, jarum ent, pinset, pH
universal, pisau, gunting, dll.)
Tempat dan Waktu
Praktikum ini dilaksanakan
di Laboratorium Fitopatologi Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat
Banjarbaru. Pada Senin tanggal 17 Oktober 2011, pukul 14.00 – 16.00 Wita.
Prosedur Kerja
1.
Alat- alat laboratorium diamati
bagian-bagiannya.
2.
Foto alat-alat praktikum
3.
Catat bagian-bagianya dan fungsinya.
HASIL
Hasil
Tabel 1. Alat-alat glass dan keramik
|
No
|
Nama Alat
|
Gambar Alat
|
Bagian dan fungsi alat
|
|
01.
|
Tabung Reaksi
|
|
Digunakan dalam pereaksi sampel dan tempat
tumbuhnya mikroba.
|
|
02.
|
Beaker Glass
|
|
Digunakan sebagai preparasi media atau
meletakkan cairan dalam takaran besar
|
6
Tabel 1. Lanjutan
|
03.
|
Bunsen Burner
|
|
Berfungsi untuk membakar bahan dan alat
dalam skala kecil dan untuk mensterilkan alat-alat yang digunakan untuk
isolasi.
|
|
04.
|
Gelas Ukur
|
|
Untuk mengukur kapasitas cairan dalam skala tertentu.
|
|
05.
|
Labu Erlenmeyer
|
|
Sebagai tabung reaksi dan menghomogenkan
cairan atau bahan-bahan, kultivasi mikroba dalam kultur cair.
|
7
Tabel 1. Lanjutan.
|
06.
|
Cawan Petri
|
|
Digunakan sebagai wadah/tempat
preparat(sampel.
atau digunakan
sebagai tempat pembiakan mikroorganisme.
|
|
07.
|
Cawan Porselin
|
|
Biasanya digunakan sebagai tempat sampel
dalam sekala kecil yang akan dipanaskan dalam tanur.
|
|
08
|
Cover glass dan Object glass
|
|
a. Object glass :
Digunakan untuk meletakkan preparat yang akan diletakkan
dibawah mikroskop.
b. Cover glass : digunakan untuk menutupi
object glass padsa saat pengamatan dibawah mikroskop.
|
8
Tabel 1. Lanjutan
|
09.
|
Pipet Ukur dan Pipet Tetes
|
|
Alat yang digunakan dlam memindahkan
larutan.
a. pipet tetes digunakan dalam cairan yang
belum diketahui voleumenya.
b. Pipet ukur digunakan dalam cairan yang sudah
diketahui volumenya.
|
|
10.
|
Desilator
|
|
Digunakan sebagai pendingin media yang
sebelumnya dipanaskan.
|
9
Tabel 2. Alat-alat laboratorium katagori elektronik (elektrik)
|
01.
|
Mikroskop Stereo
|
|
Digunakan dalam melihat media yang sangat
kecil ukurannya.
Pada mikroskop terdapat bagian-bagian
seperti :
1.
Eyepiece : memeperb-esar bayangan yang akan dibentuk lensa objektif.
2.
Revorver : pemutar lensa objektif.
3.
Stage : tempat meletakkan spesimen.
4.
Lensa objektif : memeperb-esar spesimen.
5.
Brightness adjustment knob : pengatur kekuatan lampu.
6.
Diopter adjustment ring : cincin pengatur diopter.
7.
Specimen holder : penjepit specimen.
8.
Illuminator sebagai sumber cahaya.
9.
Vertical feed knob : sekrup pengatur vertikal
|
|
|
|
|
10. Horizontal feed knob : sekrup pengatur
horizontal.
11. Coarse focus knob : sekrup fokus kasar.
12. Fine fokus knob : sekrup fokus halus.
|
|
02
|
Oven
|
|
Sebagai tempat pemanas sampel dengan suhu
yang dapat diatur.
|
|
03.
|
Neraca Analitik
|
|
Digunakan sebagai pengukur digital massa
dari bahan (sampel) dan alat.
|
11
Tabel 2. Lanjutan
|
04.
|
Kulkas
|
|
Digunakan sebagai tempat pendingin bahan dan
alat.
|
|
05.
|
Incubator
|
|
Sebagai alat inkubasi atau memeram sampel
mikroba pada suhu terkontrol.
|
|
06.
|
Lamina Air Flow
|
|
Sebagai tempat penghalau mikroba
(sterilisasi sampel).
|
12
Tabel 2. Lanjutan
|
07.
|
Orbital Shaker
|
|
Sebagai alat pemutar cairan yang telah diletakkan
dalam labu erlemeyer, agar cairan menjadi homogen. Frekwensi pemutaran
orbital shaker dapat diatur dan dapat
digunakan dalam skala banyak.
|
|
08.
|
Vortex
|
|
Sebagai alat penghomogen cairan dalam jumlah
skala kecil.
|
|
11.
|
Autoklaf
|
|
Berfungsi sebagai pensteril berbagai macam
alat dan bahan dengan cara kerja menggunakan penguapan air bertekanan besar.
|
13
Tabel 3. Alat-alat non-glass
|
01.
|
Pinset
|
|
Berfungsi untuk mengambil bahan dan alat
dengan cara menjepit, untuk memindahkan dari satu tempat ke tempat lain.
|
|
02.
|
Spatula
|
|
Berfungsi sebagai pembolak-balik bahan.
|
|
03.
|
Jarum Ose lurus
|
|
Berfungsi untuk menanam preparat pada wadah
(cawan petri).
|
14
Tabel 3. Lanjutan
|
04.
|
Ose bulat
|
|
Berfungsi untuk menyebar cairan dipermukaan
wadah (cawan petri), agar bakteri tersuspensi pada cairan tersebut bisa
menyebar secara merata.
|
|
05.
|
Pisau
|
|
Digunakan untuk memotong bahan
|
|
06.
|
Kompor
|
|
Memenaskan bahan atau untuk mensterilkan
alat praktikum.
|
KESIMPULAN
Dari praktikum yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.
Laboratorium mikrobiologi mempunyai berbagai
macam alat-alat laboratorium, berdasarkan katagorinya dibagi atas 3 katagori,
yaitu : katagori alat-alat glass dan keramik, katagori alat-alat elektrik, dan
katagori alat-alat non-glass.
2.
Katagori alat-alat glas dan keramik seperti
Cawan petri, Tabung reaksi, Beaker glass, Bunsen burner, Gelas ukur, Labu
erlenmeyer, Cawan porselin dll.
3.
Katagori alat-alat elektrik seperti Mikroskop,
Oven, Neraca analitik, Incubator,
Lamina air flow, Autoklaf, Orbital shaker, dll.
4.
Katagori alat-alat
non-glass seperti jarum ose bulat, jarum ose lurus, pisau, dll.
5.
Pada umumnya laboratorium sains banyak menggunkan peralatan
katagori glass dan keramik dan katagori alat-alat elektrik.
DAFTAR PUSTAKA
Crist & Dumber. 1988. Pemeliharaan alat
laboratorium elektrik. Institute sains stanfold university. Australia.
Erni. 1999. Pemeliharaan alat-alat laboratorium. Mikrobiologi Fakultas Pertanian Universitas
Gadjah Mada. Yogyakarta.
Plummer & Ditry. 1987. An Introduction to Practical Biochemistry.Tata
Mc-Graw Hill Publishing Company LTD, Bombay-New Delhi. Diakses pada tanggal 18
Oktober 2011 pukul 17.56 WITA.
Soetarto, et al,.
2008. Petunjuk Praktikum Mikrobiologi Fakultas Biologi. Mikrobiologi
Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Wikipedia. 2008. Pengertian laboratorium
http//.wikipedia/laboratorium.org Diakses pada hari Selasa tanggal 18
Oktober 2011.